Tampilkan postingan dengan label ilmu pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Februari 2015

Keadaan dan Potensi Wilayah Kabupaten/Kota

4 komentar
 Tabel 5.3 Keadaan dan Potensi Wilayah Kabupaten/Kota

     NO
Aspek
Uraian
    1.
    Luas dan Letak Wilayah  
     Kabupaten Kulon Progo merupakan daerah paling barat propinsi DIY. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 58.627,512 ha (586,28 km2). Terdiri dari 12 kecamatan, 87 desa, 1 kelurahan yaitu Kelurahan Wates sebagai kelurahan percontohan dan 917 pedukuhan. Secara umum wilayah Kulonprogo membentang dari sisi paling selatan Yogyakarta, kemudian menuju sisi paling utara propinsi ini.Kabupaten ini berbatasan dengan:
    Utara    : Kabupaten Magelang
    Timur     : Kabupaten Sleman dan Kab                 Bantul
    Barat    : Kabupaten Purworejo
    Selatan : Samudra Hindia
     Kali Progo membatasi kabupaten ini di sebelah timur.
     Hamparan wilayah Kabupaten Kulon Progo memang sangat bervariasi. Menurut ketinggian tanahnya wilayah Kulonprogo dapat dipresentasekan sebanyak 17,58% berada pada ketinggian kurang dari 7 m diatas permukaan laut (dpal), 15,20% berada pada ketinggian 8 sampai 25 m dpal, 22,84% berada pada ketinggian 26 sampai 100 m dpal, 33,0% berada pada ketinggian 101 sampai 500 m dpal dan 11,37% berada pada ketinggian lebih dari 500 m dpal.
    2.
    Jumlah Penduduk
    Penduduk Kabupaten Kulon Progo tercatat 459,695 Jiwa. Berdasarkan hasil sementara pemutakhiran data kependudukan yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kulonprogo, jumlah penduduk Kabupaten Kulonprogo mengalami penurunan 7.364 jiwa. Jika sebelumnya 485.049 jiwa, kini jumlah penduduk Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta, tersebut menjadi 477.685 jiwa
     3.
     Kekayaan Alam
     Kulon Progo memiliki potensi alamnya yang melimpah. Kekayaan alam yang ada di Kabupaten Kulon Progo diantaranya Pantai (Pantai Bugel, Pantai Trisik, Pantai Glagah, Pantai Congot), waduk (Waduk Sermo), air terjun, dataran tinggi, tanah yang subur, air yang melimpah, barang tambang (Pasir besi), Pegunungan Menoreh, dan Puncak Suroloyo.
     4.
     Pendapatan   
     *Pendapatan Asli Daerah
     => Rp 54.293,140.915,25
     *Pendapatan pajak daerah
     => Rp 6.333.325.763,00
     *Hasil retribusi daerah
     => Rp 9.902.586.500,00
     *Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
     => Rp 6.228.951.786,25
     *Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
     => Rp 31.828.276.866,00
     *Jumlah pendapatan
     => Rp 800.878.038.969,25
     5.
     Perolehan Pajak
     Gagal mencapai target realisasi pajak bumi dan bangunan sector pedesaan dan perkotaan. Realisasi PBB per 30 September mencapai sebesar Rp 8.28 miliar atau 90% dari target Rp 9.2 miliar.
     6.
     Kesejahteraan Sosial
     Sebanyak 813 warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Kulon Progo menerima bantuan social dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Bantuan tersebut diberikan untuk lansia, anak terlantar, penyandang cacat, dan rumah tak layak huni.



Identifikasi Monumen Serangan Umum 1 Maret

0 komentar
         a)   Latar Belakang

     Monumen ini berada satu kompleks dengan Benteng Vredeburg tepatnya di depan Kantor Pos Besar DIY. Monumen ini dibangun untuk memperingati serangan tentara Indonesia terhadap Belanda pada tanggal 1 Maret 1949.
     
     Serangan ini dilakukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan untuk melawan Belanda. Saat itu serangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III, yang tentu saja setelah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta. 
     
     Ketika itu Negara Indonesia telah dianggap lumpuh dan tidak ada oleh Belanda. Untuk membuktikan bahwa Negara Indonesia masih ada maka dilakukan serangan besar-besaran. Serangan ini dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III.
     
     Dalam peperangan itu kota Yogyakarta saat itu berhasil diduduki oleh TNI selama 6 jam sampai dengan pukul 12.00, sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan berhasilnya Serangan Umum 1 Maret ini maka moril TNI semakin meningkat dan mampu mematahkan propaganda yang dilakukan Belanda.
     
        b) Tujuan
     
     Tujuan dibangunnya Monumen Serangan Umum 1 Maret adalah, untuk mengenang serangan umum yang dilangsungkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap pemerintah Belanda pada tanggal 1 Maret 1949. Sesuai dengan tanggal penyerbuan,monument yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1973 ini diberi nama Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Minggu, 15 Februari 2015

Sejarah Perkembangan Budidaya Udang

0 komentar
  Udang telah dibudidayakan beberapa abad silam di kawasan Asia dengan padat penebaran yang rendah dan teknologi yang masih bersifat tradisional. Media budidaya air payau di Indonesia yang lebih dikenal sebagai tambak berdasarkan sejarahnya telah dimulai pada abad ke 15. Udang pada saat itu telah dibudidayakan dengan menggunakan tambak yang berukuran kecil dengan sistem monoculture ataupun dibudidayakan bersama dengan biota lainnya (polyculture) seperti ikan bandeng, selain itu periode budidaya udang ini juga dilakukan dilakukan pada saat musim kemarau untuk menggantikan kegiatan bertanam padi, karena pada saat musim kemarau padi tidak dapat tumbuh.

Kegiatan budidaya udang juga sering dilakukan di kawasan pantai ataupun di tepian sungai. Kawasan hutan bakau merupakan kawasan yang dianggap cocok sebagai kawasan budidaya udang karena kelimpahan alaminya merupakan sumber pemasok nutrisi bagi udang. Benih-benih udang (benur) yang diperoleh dari habitat alaminya kemudian dibesarkan di dalam petakan tambak hingga mencapai ukuran yang ditentukan untuk dipanen.

Budidaya udang skala industri telah dimulai sekitar tahun 1930 an, ketika udang dari jenis Kuruma (Penaeus japonicus) dibudidayakan pertama kalinya di Jepang. Tahun 1960 an, industri budidaya udang skala kecil telah bermunculan di Jepang. Budidaya udang yang dikelola secara komersial mulai dilakukan pada akhir tahun 1960 an dan awal tahun 1970 an. Teknologi tingkat lanjutan mulai diterapkan untuk mengelola tambak secara lebih intensif, dan meningkatnya permintaan pasar terhadap udang memacu perkembangan jumlah usaha budidaya udang di dunia terutama di daerah tropis dan sub tropis. Sejalan dengan menurunnya produksi udang hasil tangkapan pada awal tahun 1980 an menyebabkan pesatnya perkembangan usaha budidaya udang di dunia. Pada era tersebut Taiwan merupakan pelopor usaha budidaya dan produsen terbesar udang, tetapi pada tahun 1988 usaha tersebut mengalami penurunan secara drastis yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan praktis dan wabah penyakit udang.

Di Thailand usaha budidaya udang secara intensif pada skala besar berkembang secara cepat pada tahun 1985 an. Untuk wilayah Amerika Selatan usaha budidaya udang dipelopori oleh Ecuador yang mengalami perkembangan secara pesat mulai tahun 1978. Brazil mulai aktif mengembangkan usaha budidaya udang sejak tahun 1974 dan berkembang secara pesat hanya pada tahun 1990 an dan pada tahun itu Brazil merupakan produsen terbesar udang selama beberapa tahun. Sampai saat ini usaha budidaya udang telah berkembang di lebih dari 50 negara di dunia.

Rabu, 17 Desember 2014

Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan

0 komentar

Pengamatan objek dengan menggunakan indra merupakan kegiatan pentinguntuk menghasilkan deskripsi suatu benda. Akan tetapi, seringkali pengamatanseperti itu tidak cukup. Kita memerlukan pengamatan yang memberikan hasilyang pasti ketika dikomunikasikan dengan orang lain. Sebagai contoh, pernahkahkamu pergi ke penjahit untuk minta dibuatkan baju? Bagaimana penjahit dapatmembuatkan baju dengan ukuran yang tepat? Atau, pernahkah kamu melihatorang berjual beli buah, misalnya duku? Bagaimanakah menentukan banyaknyaduku secara akurat? Semua peristiwa di atas terkait dengan kegiatan pengukuran.Pada bagian ini, kamu akan mendiskusikan dan melakukan berbagai kegiatanpengukuran dengan menggunakan alat ukur yang sesuai.

1. Pengukuran
Mengukur merupakan kegiatan pentingdalam kehidupan dan kegiatan utama di dalamIPA. Contoh, kamu hendak mendeskripsikansuatu benda, misalnya mendeskripsikan dirimu.Kemungkinan besar kamu akan menyertakantinggi badan, umur, berat badan, dan lain-lain. Tinggi badan, umur, dan berat badan merupakansesuatu yang dapat diukur. Segala sesuatu yangdapat diukur disebut Besaran. Mengukur merupakan kegiatanmembandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan.
Mungkin kamu pernah mendengar satuan sentimeter, kilogram, dan detik. Satuan-satuan tersebut adalah contoh satuan baku dalam ukuran Sistem Internasional (SI). Setelah tahun 1700, sekelompok ilmuwan menggunakan sistem ukuran yang dikenal dengan nama Sistem Metrik. Pada tahun 1960, Sistem Metrik dipergunakan dan diresmikan sebagai Sistem Internasional. Penamaan ini berasal dari bahasa Prancis, Le Systeme Internationale d’Unites.
Dalam satuan SI, setiap jenis ukuran memiliki satuan dasar, contohnya panjang memiliki satuan dasar meter. Untuk hasil pengukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari meter, dapat digunakan awalan-awalan, seperti ditunjukkan dalam Tabel 1.1. Penggunaan awalan ini untuk memudahkan dalam berkomunikasi karena angkanya menjadi lebih sederhana. Misalnya, daripada menyebutkan 20.000 meter, lebih mudah menyebutkan 20 kilometer. Nilai kelipatan awalan tersebut menjangkau benda-benda yang sangat kecil hingga objek yang sangat besar. Contoh benda yang sangat kecil adalah atom, molekul, dan virus. Contoh objek yang sangat besar adalah galaksi.



Sistem Internasional lebih mudah digunakan karena disusun berdasarkan kelipatan bilangan 10, seperti ditunjukkan pada Tabel 1.1 di atas. Penggunaan awalan di depan satuan dasar SI menunjukkan bilangan 10 berpangkat yang dipilih. Misalnya, awalan kilo berarti  atau 1.000. Maka, 1 kilometer berarti 1.000 meter. Contoh lain, pembangkit listrik menghasilkan daya 500 Mwatt berarti sama dengan 500.000.000 watt. Jadi, penulisan awalan menyederhanakan angka hasil pengukuran sehingga mudah dikomunikasikan ke pihak lain.

Pengukuran Jarak pada Benda Langit

Benda-benda langit terletak berjauhan satu dengan yang lain. Satuan yang digunakan untuk menyatakan jarak benda-benda langit adalah Satuan Astronomi (SA) dan tahun cahaya.

1 SA = jarak Bumi sampai dengan Matahari
         = 150 juta km

1 tahun cahaya = jarak tempuh cahaya selama satu tahun
                             = 9,5 trilyun km.
 


2. Besaran Pokok
Pada kegiatan sebelumnya, kamu telah menyimpulkan bahwa dalam kegiatan pengukuran perlu menggunakan satuan baku, satuan yang disepakati bersama. Besaran yang satuannya didefinisikan ini disebut besaran pokok.

a. Panjang

Dalam IPA, panjang menyatakan jarak antara dua titik. Misalnya, panjang papan tulis adalah jarak antara titik pada ujung-ujung papan tulis, panjang bayi yang baru lahir adalah jarak dari ujung kaki sampai ujung kepala bayi itu. Mengapa panjang harus diukur, tidak sekadar diperkirakan?

Panjang menggunakan satuan dasar SI meter (m). Satu meter standar (baku) sama dengan  jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 sekon. Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat alat-alat pengukur panjang tiruan dari meter standar, seperti terlihat pada Gambar 1.16.

Selain meter, panjang juga dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar atau lebih kecil dari meter dengan cara menambahkan awalan-awalan seperti tercantum dalam Tabel 1.1. Berdasar tabel tersebut:

» 1 kilometer (km) = 1.000 meter (m)
» 1 sentimeter (cm) = 1/100 meter (m) atau 0,01 m

Sebaliknya, diperoleh

» 1 m = 1/1.000 km = 0,001 km» 1 m = 100 cm

Beberapa alat pengukur panjang misalnya pita ukur atau metlin, penggaris atau mistar, jangka sorong, dan meteran gulung. Meteran gulung dan penggaris mampu mengukur paling kecil 1 mm, tetapi jangka sorong mampu mengukur sampai 0,1 mm. Pernahkah kamu melihat, apakah alat-alat pengukur panjang tersebut dipergunakan dalam pekerjaan? Sebutkan pekerjaan beserta alat ukur panjang yang digunakan.

Dalam melakukan pengukuran, perhatikan posisi nol alat ukur. Untuk pengukuran panjang, ujung awal benda berimpit dengan angka nol pada alat ukur. Selain itu, posisi mata harus tegak lurus dengan skala yang ditunjuk, untuk menghindari kesalahan hasil pembacaan pengukuran.

b. Massa

Setiap benda tersusun dari materi. Jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda disebut massa benda. Nah, dalam SI, massa diukur dalam satuan kilogram (kg). Misalnya, massa tubuhmu 52 kg, massa seekor kelinci 3 kg, massa sekantong gula 1 kg.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang menggunakan istilah “berat” untuk massa. Namun, sesungguhnya massa tidak sama dengan berat. Massa suatu benda ditentukan oleh kandungan materinya dan tidak mengalami perubahan meskipun kedudukannya berubah. Sebaliknya, berat sangat bergantung pada kedudukan di mana benda tersebut berada. Sebagai contoh, saat astronot berada di bulan, beratnya tinggal 1/6 dari berat dia saat di bumi.

Dalam SI, massa menggunakan satuan dasar kilogram (kg), sedangkan berat menggunakan satuan newton (N). Satu kilogram standar (baku) sama dengan massa sebuah silinder yang terbuat dari campuran platinum-iridium yang disimpan di Sevres, Paris, Prancis (Gambar 1.18). Massa 1 kg setara dengan 1 liter air pada suhu 4oC.

c. Waktu

Waktu adalah selang antara dua kejadian atau dua peristiwa. Misalnya, waktu hidup seseorang dimulai sejak ia dilahirkan hingga meninggal, waktu perjalanan diukur sejak mulai bergerak sampai dengan akhir gerak. Waktu dapat diukur dengan jam tangan atau stopwatch.

3. Besaran Turunan
Besaran-besaran yang dapat diukur selain 7 (tujuh) besaran pokok pada Tabel 1.2, tergolong sebagai besaran turunan. Misalnya, luas ruang kelasmu. Jika ruang kelasmu berbentuk persegi, maka luasnya merupakan hasil perkalian panjang dengan lebar. Perhatikan, bahwa panjang dan lebar merupakan besaran pokok panjang. Dalam SI, panjang diukur dengan satuan meter (m). Maka, luas dalam SI memiliki satuan meter x meter , atau meter persegi (m2 ).

a. Luas

Untuk benda yang berbentuk persegi, luas benda dapat ditentukan dengan mengalikan hasil pengukuran panjang dengan lebarnya. Bagaimanakah cara mengukur luas benda yang berbentuk tidak teratur, misalnya luas sehelai daun?

b. Volume

Misalnya, kamu punya dua wadah, yakni kaleng besar dan kaleng kecil. Jika dipergunakan untuk menampung air, kaleng besar pasti dapat menampung air lebih banyak. Hal tersebut terkait dengan besarnya ruangan yang terisi oleh materi, biasanya disebut volume. Jika volume suatu benda lebih besar, benda itu dapat menampung materi lebih banyak dibandingkan benda lain yang volumenya lebih kecil. Volume merupakan besaran turunan yang disusun dari besaran pokok panjang.

Volume benda padat yang bentuknya teratur, contohnya balok, dapat ditentukan dengan mengukur terlebih dulu panjang, lebar, dan tingginya, kemudian mengalikannya. Jika kamu mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok menggunakan satuan sentimeter (cm), maka volume balok yang diperoleh dalam satuan sentimeter kubik (cm3 ). Jika, panjang, lebar, dan tinggi diukur dalam satuan meter (m), maka volume yang diperoleh bersatuan meter kubik (m3 ).

c. Konsentrasi Larutan

Misalnya, kamu membuat sirop dengan memasukkan gula ke dalam air, kemudian kamu cicipi. Jika kurang manis, kamu dapat menambahkan gula lagi. Makin banyak gula yang ditambahkan, makin manis rasa larutan itu. Selain rasa manis yang bersifat kualitatif (hasil indra pengecap), adakah besaran yang dapat digunakan untuk menggambarkan banyaknya gula dan air di dalam larutan tersebut? Salah satu besaran yang dapat digunakan adalah konsentrasi larutan (K). Ada banyak cara untuk merumuskan konsentrasi larutan. Pada contoh larutan tadi, konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi dengan volume air (zat pelarut), yaitu


d. Laju Pertumbuhan


Besaran panjang dan waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman. Misalkan, kamu menanam jagung. Pada pengukuran awal, diperoleh tinggi tanamanmu 20 cm. Dalam waktu 10 hari, tingginya menjadi 60 cm. Kamu dapat menentukan laju pertumbuhan jagung itu, yakni


Sabtu, 06 Desember 2014

DAMPAK ANGIN MUSON BARAT DAN ANGIN MUSON TIMUR

0 komentar

          Angin Muson Barat
  Angin muson barat bertiup dari bulan Oktober – April dari arah barat laut ( Asia) ke arah        selatan (Australia). Angin ini bersifat basah dan lembap, sehingga dapat mengakibatkan musim      hujan. Berikut ini merupakan dampak dari angin muson barat, yaitu:

     Dampak positif:
        1).      Tanaman-tanaman bisa lebih subur dan lebih hijau.
 Dengan banyaknya hujan, maka banyak air yang diserap oleh tumbuhan. Hal ini membuat            tanaman lebih subur dan hijau karena air sangat berperan penting bagi tumbuhan.
        2).      Sawah tidak perlu memakai perairan buatan
 Hal ini karna dengan hujan sawah juga bisa subur dan lebih hijau. Jadi dengan begitu petani tidak  perlu repo-repot membuat dan memakai perairan buatan.
         3).      Bisa mengurangi polusi udara..
 Ketika hujan turun, maka polusi dan debu - debu yang ada di udara ikut larut dan hanyut bersama  dengan air hujan. Sehingga dengan adanya musim hujan dapat mengurangi polusi udara ( Polusi  tidak bagus menjadi bersih).
        4).      Mengurangi risiko kebakaran hutan.
 Dengan adanya musim hujan, maka tumbuh-tumbuhan di hutan pun menjadi subur, tidak layu, dan  tidak kering. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan yang disebabkan oleh  keringnya  bagian tumbuh-tumbuhan tersebut.
        5).      Udara sejuk.
        6).      Banyak ikan.

     Dampak negatif:
        1)      Meningkatnya penyakit demam berdarah
Saat musim hujan nyamuk-nyamuk akan keluar dari sarangnya dan meninggalkan telur-telurnya menetas dengan sendirinya. Ini harus di waspadai, karna nyamuk bisa menimbulkan penyakit demam berdarah atau DBD.
        2)      Menimbulkan banjir
Pada saat musim hujan, hujan turun terus-menerus dan akan menimbulkan kebanjiran untuk daerah-daerah yang datarannya rendah dan kota-kota besar. Apalagi jika ditambah dengan banyaknya sampah di selokan dan sedikitnya pohon yang menyerap air.
        3)      Menyebabkan tanah longsor
Pada saat musim hujan, jika hujan tersebut sangat lebat dan terjadi terus menerus, hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya longsor di daerah perbukitan dan pegunungan. Apalagi ditambah dengan sedikitnya pohon di daerah tersebut ( akibat dari penebangan pohon dan tidak dilakukan penanaman kembali ) maka hal ini sangat berpotensial menyebabkan terjadinya tanah longsor. 
4       4)      Panen petani gagal.
Apabila terjadi musim hujan maka musim panen akan banyak menghadapi masalah, seperti tanah persawahan yang masih basah bahkan ada yang masih tergenang air, penjemuran padi yang sulit dilakukan di tempat terbuka karena hujan yang terus-menerus. Untuk daerah persawahan yang rawan genangan air akibat luapan sungai juga terancam gagal panen, karena dengan adanya hujan lebat bisa memicu banjir dan sungai meluap menggenangi areal persawahan. Padi akan menjadi rusak sebelum dipanen.
        5)      Nelayan terganggu.
Jika hujan terus-menerus, nelayan akan terganggu dan sulit untuk melaut. Karena ketika hujan, langit menjadi gelap dan hujan deras mengakibatkan nelayan sulit untuk pergi ke laut

           Angin Muson Timur
Angin muson timur bertiup dari bulan April-Oktober dari arah Australia ke Asia. Angin muson timur bersifat kering, uap air sedikit, dan panas , sehingga dapat mengakibatkan terjadinya musim kemarau.

     Dampak positif:
         a).       Petani  bisa panen
         b).      Pakaian cepat kering.
         c).       Tidak mengganggu nelayan.
       
     Dampak negatif:
         a).   Warga kesulitan memperoleh air bersih
         b).   Berdampak pada kesehatan manusia seperi penyakit radang tenggorokan atau diare  
         c).   Banyaknya pohon yang mati dan jalan berdebu  sehingga sering menimbulkan penyakit      pernafasan seperti flu dan lainnya.
         d).   Mengalami kekeringan.
         e)    Dapat mengakibatkan kebakaran hutan

Pada saat musim kemarau, tumbuh – tumbuhan di hutan menjadi kering dan layu. Jika selama    musim kemarau tersebut tidak ada hujan atau curah hujannya sangat sedikit, hal tersebut                      berpotensial besar terhadap terjadinya kebakaran hutan.


 

Salsabila Atalieani ♛ Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template